Sabtu, 06 Juli 2013

BIOSFER DAN MAKHLUK HIDUP


BAB IV
BIOSFER DAN MAKHLUK HIDUP
A.      Biosfer
Biosfer, yaitu suatu tempat tinggal tempat makhluk hidup melangsungkan kehidupannya. Dalam kehidupan makhluk hidup terbentuk sistem hubungan antar makhluk hidup tersebut dengan materi atau energi yang mengelilinginya. Sebelum makhluk hidup muncul dipermukaan Bumi, yang ada hanya bakal biosfer, yaitu lingkungan fisis saja. Oleh karena itu, timbullah pertanyaan darimana dan bagaimana makhluk hidup itu menghuni Bumi ? Untuk menjawab pertanyaan itu terdapat beberapa teori, yaitu antara lain:
1.    Teori Cosmozoa, yang menyatakan bahwa makhluk hidup datang di Bumi dari bagian lain alam semesta ini.
2.    Teori Pfluger yamg menyatakan bahwa Bumi berasal dari suatu materi yang sangat panas, kemudian dari bahan itu mengandung karbon dan nitrogen terbentuk senyawa Cyanogen (CN).
3.    Teori Moore menyatakan bahwa hidup dapat muncul dari kondisi yang cocok dari bahan anorganik pada saat bumi mengalami pendinginan melalui suatu proses yang kompleks dalam larutan yang labil.
4.    Teori Allen menyatakan bahwa pada saat keadaan fisis Bumi ini seperti keadaan sekarang, beberapa reaksi terjadi yaitu dari sinar Matahari diserap oleh zat besi yang lembab dan menimbulkan pengaturan atom dan materi-materi.
5.    Teori Transendental merupakan jawaban secara relegi bahwa benda hidup itu diciptakan oleh Super Nature atau Tuhan Yang Maha Kuasadi luar jangkauan sains.
6.    Konsep atau Teori Modern.
Pada saat sebelum ada tumbuhan dan hewan, udara (atmosfer) terutama terdiri atas gas metan, amonia, uap air, dan gas hidrogen, serta unsur oksigen, nitrogen yang sering reaktif, yang bersenyawa sebagai oksidasi nutrida. Pada permukaan Bumi yang tidak banyak mengandung ozon, maka radiasi sianr tata surya yang berupa sinar ultraviolet dan semburan badai listrik menimbulkan panas. Lalu, terbentuklah persenyawaan asam-asam amino yang selanjutnya membuat protein.

B.      Evolusi Kehidupan
Dalam teori evolusi dikatakan bahwa makhluk yang mula-mula adalah sangat sederhana tingkatnya, yang bersel tunggal dan hidup dari bahan anorganis sehingga tergolong tumbuhan. Dari golongan tumbuhan itu, sebagian berubah menjadi hewan, yang selanjutnya berevolusi menjadi makhluk yang beraneka ragam seperti kehidupan masa kini.
Pada era Proterezoik, makhluk pertama itu mengalami evolusi menjadi makhluk bersel tunggal (Bakteri, Alga dan Protozoa).  Pada era Proterezoik, dalam periode Kambarium muncul Trilobita, Brachiopoda; dalam periode Ordo-vici muncul hewan Cephalopoda dan ikan; dalam periode Silux muncul hewan Scorpio, Crinoidea, dan Karang; pada periode Devon muncul ikan, permulaan hutan, dan Amphibia; pada periode Karbon bawah muncul tumbuhan kormofita dan pada periode Karbon atas muncul Reptilia dan Insekta pertama; dan periode Perm muncul beberapa jenis Reptilia. Pada era Mesozoik dalam periode Trias muncul bangsa Dinosaurus; dalam periode Yura mulai muncul burung pertama, dalam periode Kreta merupakan titik puncak Reptilia, muncul Anthofia. Pada era Cenozoik, dalam periode Tersier muncul manusia primitif dan hewan mamalia lainnya.
C.      Evolusi Manusia
Kekuatan utama yang mengarahkan evolusi adalah inteligensinya, kemampuannya mempergunakan bahasa dengan segala macam simbolnya dan kebudayaan yang dibina oleh manusia.
1.    Sifat-sifat dari Ordo Primata
Meskipun Linneaus bukan seorang ahli evolusi, tetapi ia telah menempatkan manusia (Homo sapiens) dengan betul di dalam  ordo primata, kelas mamalia dari subfilum vertebrata. Bila kita bandingkan sifat-sifat (fenotipe) yang dipunyai oleh familia kera (Pongidae) dengan manusia, maka dengan mudah akan terlihat persamaan-persamaan tertentu di samping perbedaan yang ada. Di samping persamaan-persamaan tersebut, banyak sifat yang membedakan manusia dan kera. Salah satu di antaranya yang terpenting adalah volume otaknya.
2.    Kera Manusia dari Afrika
Pada tahun 1924 Raymond Dart, seorang ahli anatomiyang mengajar di Johnesburg, menemukan sebuah fosil tengkorak dari pertambangan batu kapur Taung, Afrika selatan. Ia menamakan marga baru yang ditemukannya itu Australopithecus, makhluk  berjalan tegak, otaknya lebih besar daripada otak otak gorila, giginya lebih mendekati gigi manusia daripada gigi kera.
Di Afrika Timur, dilembah Olduvai, Tanzania Utara, Keluarga Leaky (Louis Leaky dan istrinya, Mary) banyak menemukan perkakas-perkakas kuno di dalam penggalian mereka dalam usahanya mencari fosil-fosil manusia purba. Salah satu penemuannya, yaitu fosil hominid merupakan fosil kepala sejenis manusia yang terdapat bersama-sama dengan beberapa perkakas primitif.
3.    Homo Erectus
Pada tahun 1933, pekerjaan penggalian dilakukan oleh Frans Weidenreich. Banyak fosil ditemukan, termasuk fosil rusa dan hewan lain. Penemuam-penemuan di gua-gua Chou Kou Tien dipergunakan sebagai dasar utnuk menyusun dugaan tentang hal-ihwal Homo erectus. Weidenreich menamakan temuannya tersebut sebagai Sinanthropus pekinensis atau manusia Peking.
Adapun penemuan fosil yang lain, yaitu manusia Neanderthal, ditemukan pertama kali pada tahun 1856 di lembah Neanderthal dekat Dusseldorf, Jerman. Pada zaman sekarang, para ilmuwan sepakat menganggap manusia Neanderthal sebagai kerabat yang paling langsung dengan manusia modern, karena adanya persamaan-persamaan yang jelas. Untuk lebih meyakinkan hal ini, tentunya diperlukan bukti-bukti lebih lanjut tentang ikhwal manusia Neanderthal tersebut.
4.    Manusia Modern
Lebih kurang 75.000 tahun yang lalu, ketika benua Eropa berada di zaman es terakhir dan dari peninggalan-peninggalan yang ditemukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa kelompok Neanderthal diganti oleh manusia lain yang menyerupai manusia modern, Homo sapiens. Manusia pengganti manusia Neanderthal disebut manusia Cro-Magnon, sesuai dengan nama tempat ditemukannya fosil tersebut. Dalam otaknya yang besar, mereka telah dapat menghasilkan kebudayaan yang banyak dan jauh melebihi manusia Neanderthal. Mereka telah membuat senjata untuk berburu, membuat perkakas untuk memotong, dan menjahit kulit untuk pakaian. Di samping menghuni gua, mereka pun sudah dapat membuat rumah, kemah, dan hidup bermasyarakat. Sedemikian jauh makanan mereka memperoleh dari hewan dan tumbuhan yang telah tersedia. Bila alam di sekitarnya telah langka dengan bahan makanan, mereka akan berpindah tempat.